Mewujudkan Sekolah Sebagai Komunitas Belajar
Upaya mewujudkan sekolah sebagai komunitas belajar bisa dibilang sulit tapi juga bisa menjadi mudah. Mudah dikarenakan sekolah sebagai tempat persemaian ilmu pengetahuan dan tempat dimana ide-ide serta impian dijalankan. Dengan demikian ide untuk menjadikan sekolah sebagai komunitas pembelajar sangat relevan. Hal pertama yang perlu dipahami siapa saja yang terlibat dalam komunitas belajar. Mereka adalah siswa, guru, orang tua bahkan tata usaha sekolah. Jadi anggapan selama ini di masyarakat yang mengatakan bahwa sekolah merupakan tempat belajar hanya bagi bagi siswa tidak benar. Berikut beberapa pernyataan yang bisa membantu terbentuknya komunitas belajar di sekolah; “Komunitas merupakan hal yang sangat esensial”, menjadi tugas sekolah yang sangat penting untuk membawa siswa dan guru bersama-sama kedalam sebuah komunitas yang mendukung pertumbuhan guru dan siswa sebagai pribadi maupun kelompok. Banyak tempat yang bisa menjadi ladang persemaian hal ini, di kelas, dirumah maupun lewat dunia maya. “berpikir kritis”- Sekolah sedapat mungkin membuat siswa dan guru berpikir secara kritis, dengan seringnya mempertanyakan diri sendiri misalnya dengan pertanyaan, “mengapa kita mengajar apa yang kita ajarkan?” ” Mengambil resiko” – sekolah secara aktif membuat siswa dan guru mau mengambil resiko dalam kaitan pencarian terhadap hal yang paling penting dalam kehidupan mereka sebagai pembelajar. Denga demikian masukan aspek refleksi siswa dalam kegiatan pembelajaran dikelas. ” Berpusat pada siswa” – Sekolah sedapat mungkin menyiram guru dan siswa dengan gagasan-gagasan serta informasi, membuat guru dan siswa mau terus mencari pengetahan dengan cara yang tidak harus sama. Tentu saja dikarenakan sebagai pribadi tiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda tetapi semuanya diupayakan agar punya pengaruh positif pada komunitas di sekolah “Keberagaman”- Sekolah sebagai lembaga, punya peran aktif dalam membuat suasana yang nyaman dari sisi komunikasi sehingga sekolah bisa dengan cepat menerima beragam masukan. Hal ini berarti pihak yang memberi masukan juga akan senang hati memberikannya pada pihak sekolah sambil berpikir bahwa masukan yang akan diberikannya akan ditindak lanjuti.Maklum unsur sekolah biasanya terdiri dari beragam unsure dan beragam pula latar belakangnya, baik sosial maupun pengetahuan.Hal yang paling praktis adalah mengadakan pelatihan singkat bagi tenaga pendukung di sekolah dari tenaga pembersih samai satpam, sampaikan apa yang sekolah harapkan dari peran mereka. “Menumbuhkan semngat pembelajar”- Sekolah sedapat mungkin membuat siswa, guru , administrasi dan orang tua agar mau terus tumbuh dan belajar. Libatkan tata usaha dan orang tua dalam workshop pendidikan disekolah merupakan ide yang brilyan. “Berinovasi”- Dengan menyertakan semua unsur dalam institusi, sekolah berusaha terus melakukan inovasi dalam hal teknologi serta hal lain yang sejalan dengan kemajuan jaman. “Sekolah yang baik meluluskan orang yang baik pula”- Sekolah selalu berusaha untuk mengajarkan siswa mereka perduli dan menghargai amal baik serta mau berpartisipasi dalam masyarakat lewat program yang dirancang dengan baik pula misalnya program ‘community service’. “Hapus sekat-sekat yang mungkin membatasi”- Sekolah menyediakan akses serta jalan bagi guru dan siswa untuk meraih hubungan dengan dunia luar , baik nasional maupun secara global.
Label: komunitas belajar di sekolah |